Teori Percobaan SACHS
Tumbuhan tingkat tinggi pada umumnya tergolong organisme autotrof, yaitu makhluk hidup yang dapat mensintesis sendiri senyawa organik yang dibutuhkan. Senyawa organik yang baku adalah rantai karbon yang dibentuk tumbuhan hijau dari proses fotosintesis.
Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya dan sintesis yang berarti penyusunan. Jadi fotosintesis adalah proses penyusunan zat organik H2O dan CO2 menjadi senyawa organik yang kompleks berupa glukosa (C6H12O6) dengan bantuan cahaya. Proses fotosintesis hanya bisa dilakukan oleh tumbuhan yang mempunyai klorofil. Proses ini hanya akan terjadi jika ada cahaya dan melalui perantara pigmen hijau daun yaitu klorofil yang terdapat dalam kloroplas. Persamaan reaksinya dalah sebagai berikut:
Percobaan Sachs diperkenalkan oleh seorang ilmuwan asal Jerman bernama Julius von Sachs. Kala itu, Sachs berhasil membuktikan bahwa proses fotosintesis menghasilkan zat gula atau karbohidrat yang disebut amilum. Di tahun-tahun berikutnya hingga sekarang, praktikum yang dilakukan Sach diajarkan di banyak sekolah untuk membantu siswa memahami proses fotosintesis.
Tujuan percobaan Sachs yaitu untuk mengetahui peran cahaya dalam proses fotosintesis dan untuk membuktikan bahwa hasil fotosintesis adalah glukosa berupa bahan organik yang disimpan dalam bentuk amilum. Amilum yang dihasilkan tumbuhan adalah karbohidrat kompleks. Manusia memerlukan karbohidrat sebagai sumber energi dan metabolisme itulah sebabnya beberapa tumbuhan dijadikan bahan makanan pokok oleh manusia.
Alat dan Bahan Percobaan SACHS
| No. | Alat dan Bahan | Gambar | Jumlah | Prosedur Penggunaan |
| 1 | Daun yang masih melekat pada tanamannya | ![]() |
2 lembar | Sebagai objek yang diberikan perlakuan |
| 2 | Gunting | ![]() |
1 buah | Digunakan untuk memetik daun |
| 3 | Kertas timah | ![]() |
secukupnya | Digunakan untuk membungkus bagian tengah daun |
| 4 | Penjepit kertas | ![]() |
2 buah | Digunakan untuk menjepit daun yang ditutup alumunium foil |
| 5 | Gelas kimia 250 ml | ![]() |
1 buah | Sebagai tempat merebus aquades |
| 6 | Pembakar spiritus | ![]() |
1 buah | Digunakan untuk memanaskan aquades dan alkohol |
| 7 | Kaki tiga | ![]() |
1 buah | Digunakan satu perangkat bersama kasa dan pembakar spiritus untuk merebus daun |
| 8 | Kawat kasa | ![]() |
1 buah | Digunakan satu perangkat bersama kaki tiga dan pembakar spiritus untuk merebus daun |
| 9 | Pinset | ![]() |
1 buah | Digunakan untuk mengambil daun dari gelas kimia dan dari tabung reaksi |
| 10 | Air/ aquades | ![]() |
100 ml | 100 ml Aquades dituangkan ke dalam gelas kimia kemudian dimasukkan daun kemudian dididihkan di atas penangas spiritus. |
| 11 | Alkohol 70% | ![]() |
secukupnya | Alkohol dituangkan ke dalam tabung reaksi kemudian dimasukkan daun yang sudah direbus. Tujuan merebus menggunakan alkohol adalah untuk melarutkan klorofil dalam daun |
| 12 | Tabung reaksi | ![]() |
1 buah | Digunakan untuk merebus daun dalam larutan alkohol |
| 13 | Cawan petri | ![]() |
1 buah | Digunakan untuk meletakkan daun yang sudah direbus menggunakan alkohol dan siap untuk ditetesi lugol |
| 14 | Iodin/ lugol | ![]() |
secukupnya | Sebagai reagen untuk membuktikan adanya karbohidrat, apabila positif maka iodin akan berubah menjadi biru kehitaman |
| 15 | Pipet | ![]() |
1 buah | Digunakan untuk menteskan lugol ke atas daun |














